Siang tadi di kelas HKI, seperti biasa..pak Rizky lebih banyak bercerita disela sela penjelasannya mengenaisumber-sumber hukum. Banyak contoh yang beliau sebutkan, namun bukan masah HKI nya yang ingin saya tuliskan disini.
Pak Rizky bisa dibilang masih cukup muda, ia seorang pendidik dan juga seorang ayah.
Beliau bercerita bahwa banyak faktor yang mempengaruhi sebuah peraturan, dari sinilah beliau bercerita tentang putranya..yang cukup membuat saya menitikkan air mata. Mengingatkan saya pada Bapak di rumah, yang mungkin merasakan hal yang sama..
Putra pak Rizky berusia 6 tahun, sedang lucu-lucunya dan pernah kecanduan Barney. Yeaah Barney yang itu, tantangan yang konon sangat seru dan bahkan membuat putra Pak Rizky kecanduan. Demi melihat anaknya yang makin lama makin terbius oleh Barney, Pak Rizky mulai khawatir..Beliau berusaha mengalihkan perhatian putranya dengan berbagai hal lain. Hingga suatu hari, Beliau memutuskan untuk melarang putranya untuk melihat Barney.
Gak ada lagi DVD bareng 1 keping pun.
Gak ada lagi Barney..
Si adek pun marah, dan konon inilah yang terberat bagi Pak Rizky. Ketika anaknya mulai menagis dan merengek..
"Abah, adek mau nonton Barney"
"Nggak boleh" Kata pak Rizky
"Abah gak sayang lagi sama Adek.." sahut si adek dalam tangisnya..
Masih mempertahankan ketegasannya Pak Rizky tetap menolak.
"Itu sangat berat bagi saya, Saya sempat masuk ke kamar dan menagis. Bukannya apa-apa, saya sangat sedih sebenarnya bertindak demikian..Anak yang sangat saya sayangi berpikir saya jahat, meskipun itu untuk kebaikannya"
Fiuuh...saya terharu mendengarnya..
Bapak di rumah..apakah bapak pernah begitu juga?
Hingga menangis ketika mendengarku merajuk? mencoba menggugat laranganmu yang kau ucapkan demi kebaikanku..
Bapak..tahukah jika saya tidak ernah tahu perasaan bapak hingga kadang berpikir bapak begitu menyebalkan melarang saya melakukan ini itu..
Meskipun itu adalah tanggung jawabmu mendidikku..
Iya..sepertinya iya..
Aku ingat ketika itu..aku tengah kesal dengan teman-temanku di sekolah ketika saat aku pulang, Bapak malah dengan usilnya mengejutkanku di depan pintu hingga akupun sontak menagis..bapkpun dimarahi ibu..
maaf pak..saya sebenarnya bukan menangisi keusilan bapak..
Aku ingat ketika Bapak tidak sengaja membuat gambar yang kubuat susah payah sedikit kusut, tapi aku malah menangis keras-keras karena kesal..dan Bapak pun berulangkali meminta maaf kepadaku disertai beberapa tawaran sogokan agar aku mau bicara lagi kepadamu..Bapak sempat sedikit menangis..maafkan aku pak..
Terimakasih bapak, untuk setiap kekhawatiranmu terhadapku..aku tahu Bapak sangat menyayangiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar