Rabu, 16 Februari 2011

15 Februari hampir pukul 21.30

Ketika Ia menyodorkan setoples permen itu padaku.
Itu manis..
Dan aku tidak menerimanya dengan tanganku.
Itu..bodoh.

"Jangan lihat bentuk toplesnya, itu kebetulan saja!" Ia berseru kepadaku,
Aku hanya tertawa dan tidak berhenti mengatainya galau.

Aku memang tidak akan melihat toplesnya. Dan aku memang tidak peduli sebenarnya. Dan mungkin aku juga tidak akan mau tau.
Hey..sebenarnya apa yang kupikirkan?
Aku hanya bertanya tanya sedang apa sebenarnya kau sendirian di sini?
Benarkah kau berjam-jam di sini hanya untuk memberikan setoples permen ini kepadaku?
Entah apa yang kamu pikirkan?

Bagaimana jika aku memutuskan untuk tidak datang?

Banyak pertanyaan menggelayuti pikiranku.
Haruskah aku menganggapnya sebuah hutang?
Setoples permen dan 1.5 jam supergalau di taman cikapayang.
Entahlah..

Ketika kau berlari menyebrangi jalanan itu dengan tergesa, dan melihatmu menghilang di dalam angkot. Saat itu aku masih berpikir..apakah aku harus pergi sekarang? atau harus menunggu beberapa saat lagi?
Bagaimana denganmu? apa yang kau pikirkan?hahaha..pasti kau begitu kesal karena aku membiarkanmu sendirian menunggu .

Mungkin kali ini akulah yang harus meminta maaf..

Tidak ada komentar: