Tampaknya Tuhan tengah mengingatkanku, kupergunakan untuk apa hari-hari sehatku?
manfaatkah atau mubadzirkah?
Telah maksimalkan kupergunakan waktu-waktuku di hari lalu? mengapa jika sudah..ternyata masih banyak yang tertinggal..
Tiga hari sudah Allah memberiku kesempatan untuk menetralkan dosa-dosa hehee..
dengan merepotkan semua orang di kosan dan di kampus,,
Ken, terima kasih atas semuanya, kamu memang yang terbaik yang pernah kumiliki, bahkan kau tidak pernah banyak mengeluh dalam mengahdapiku yang terlalu sering mengeluh,
Allah mengirimkan oran2 terbaik disekelilingku, begitu banyak kebaikan yang selama ini belum kusadari..dan hari ini aku tersentuh merasakannya..
Tahukah kalian, aku berkaca-kaca saat kalian memapahku melewati koridor2 koridor rumah sakit itu, apa jadinya jika tidak ada kalian? apakah aku akah tertatih tatih berjalan sendirian menyusurinya?
Banyak hal yang kudapat dari kejadian ini, bukan hanya hikmah atas nikmatnya anugerah kesehatan, namun juga ketulusa orang-orang di sekitar hamba Ya Allah..
Rabu, 24 November 2010
Sabtu, 20 November 2010
Aku membaca Tulisanmu
Mon, aku membaca tulisanmu...entah ini sengaja atau tidak sengaja. Namun seseorang pernah berkata bahwa tidaklah ada yang namanya kebetulan di dunia ini. Yang ada hanyalah KETEPATAN..
Benar, sudah setengah jalan, DAN AKU BELUM MELAKUKAN APAPUN.
aku bukannya tak pernah berpikir untuk melakukan sesuatu, tapi seperti kata fifa,,
"lu kebanyakan maunya ko, jadi bingung sendiri dan bingung mesti ngapain"
Yaaa..benar sekali.
Ingat gak, dulu aku pernah iseng bertanya.."tahun depan kita di mana ya? pengen tau kita semua akhirnya kuliah dimana..". Dan sekarang semuanya terjawab, aku di sini, kamu di sana, kalian dimana-mana. Aku tidak pernah mengira mendapat jaln seperti ini, mengambil jurusan yang sepertinya tidak pernah dibayangkan siapapun untuk kuambil. Namanya saja "Fakultas Seni Rupa dan Desain", yes..seni rupa..dan desain yang seringkali diucapkan belakangan. Masih ingat saya seorang guru bertanya.."Emangnya kamu bisa gambar, fik?" sayanya cuma senyam-senyum. Absolutely lah...aku gak bisa gambar..hahah. Bisa dibilang modal saya nekat dan doa waktu itu.
aku tidak memungkiri bahwa memang benar sekali, kemampuan gambar saya rata-rata. Tapi saya sudah bertekad bulat..saya mau masuk ITB. Seni Rupa dan Desain...
Terimakasih untuk semua teman yang tidak pernah lelah mendengar mimpi-mimpi saya. Mon, kamu salah satu orang yang percaya bahwa aku mampu mendapatkannya. Terimakasih untuk Indra Kusuma yang tak pernah lelah mengajari saya perbandingan anatomi tubuh manusia yang benar-benar sukses membuat saya setres. Berkat bantuanmu aku terus belajar menggambar.
Tuhan merencanakan setiap detilnya dengan baik. Kini mungkin hampir mencapai akhir salah satu babaknya..
Kita sudah hampir lulus, sudah saatnya memikirkan nantinya mau jadi apa? haruskah aku menanyakan kembali akan ada di mana kita tiga tahun lagi?
Saat ini kita terpisah jarak, meskipun aku tau..sampai kapanpun kita akan terus begini bukan, terus berteman dengan melalui berbagai macam jalan. Kita berjuang sendiri-sendiri pada akhirnya..dan memiliki prinsip sendiri-sendiri. Kita sudah semakin dewasa, mampu menghormati keputusan apapun yang telah kita ambil.
Heii..Allah luar biasa ya,, benar-benar luar biasa..
Dia membuatku mengambil jalan ini. Kita punya mimpi, dan mungkin pernah berjanji bukan? aku berakhir di kampus gajah yang membawaku pada berbagai hal luar biasa. Tentunya kalian menemukan hal yang sangat luar biasa juga bukan?
Jangan dipandang dari sisi sulitnya. Banyak hal yang bisa kita dapatkan, kalau cuma kebahagiaan mah..pasti ada, cuma kita sering tak menyadarinya.
Jutaan ucapan syukur untukmu Rabb-ku.
Jadikanlah jalan ini jalan tebaik bagi kami.
Jalan yang memberikan berjuta manfaat bagi umat.
Biarkanlah kami saling menjaga, bertemu karena-Mu, dan kelak jika terpisah hanya karena-Mu.
Mudahkan bentangan asa kami.
UNTUK SEMUA SAHABATKU DIMANAPUN KALIAN BERADA.
*mon, ini cerita untukmu.
-tropicoland
Benar, sudah setengah jalan, DAN AKU BELUM MELAKUKAN APAPUN.
aku bukannya tak pernah berpikir untuk melakukan sesuatu, tapi seperti kata fifa,,
"lu kebanyakan maunya ko, jadi bingung sendiri dan bingung mesti ngapain"
Yaaa..benar sekali.
Ingat gak, dulu aku pernah iseng bertanya.."tahun depan kita di mana ya? pengen tau kita semua akhirnya kuliah dimana..". Dan sekarang semuanya terjawab, aku di sini, kamu di sana, kalian dimana-mana. Aku tidak pernah mengira mendapat jaln seperti ini, mengambil jurusan yang sepertinya tidak pernah dibayangkan siapapun untuk kuambil. Namanya saja "Fakultas Seni Rupa dan Desain", yes..seni rupa..dan desain yang seringkali diucapkan belakangan. Masih ingat saya seorang guru bertanya.."Emangnya kamu bisa gambar, fik?" sayanya cuma senyam-senyum. Absolutely lah...aku gak bisa gambar..hahah. Bisa dibilang modal saya nekat dan doa waktu itu.
aku tidak memungkiri bahwa memang benar sekali, kemampuan gambar saya rata-rata. Tapi saya sudah bertekad bulat..saya mau masuk ITB. Seni Rupa dan Desain...
Terimakasih untuk semua teman yang tidak pernah lelah mendengar mimpi-mimpi saya. Mon, kamu salah satu orang yang percaya bahwa aku mampu mendapatkannya. Terimakasih untuk Indra Kusuma yang tak pernah lelah mengajari saya perbandingan anatomi tubuh manusia yang benar-benar sukses membuat saya setres. Berkat bantuanmu aku terus belajar menggambar.
Tuhan merencanakan setiap detilnya dengan baik. Kini mungkin hampir mencapai akhir salah satu babaknya..
Kita sudah hampir lulus, sudah saatnya memikirkan nantinya mau jadi apa? haruskah aku menanyakan kembali akan ada di mana kita tiga tahun lagi?
Saat ini kita terpisah jarak, meskipun aku tau..sampai kapanpun kita akan terus begini bukan, terus berteman dengan melalui berbagai macam jalan. Kita berjuang sendiri-sendiri pada akhirnya..dan memiliki prinsip sendiri-sendiri. Kita sudah semakin dewasa, mampu menghormati keputusan apapun yang telah kita ambil.
Heii..Allah luar biasa ya,, benar-benar luar biasa..
Dia membuatku mengambil jalan ini. Kita punya mimpi, dan mungkin pernah berjanji bukan? aku berakhir di kampus gajah yang membawaku pada berbagai hal luar biasa. Tentunya kalian menemukan hal yang sangat luar biasa juga bukan?
Jangan dipandang dari sisi sulitnya. Banyak hal yang bisa kita dapatkan, kalau cuma kebahagiaan mah..pasti ada, cuma kita sering tak menyadarinya.
Jutaan ucapan syukur untukmu Rabb-ku.
Jadikanlah jalan ini jalan tebaik bagi kami.
Jalan yang memberikan berjuta manfaat bagi umat.
Biarkanlah kami saling menjaga, bertemu karena-Mu, dan kelak jika terpisah hanya karena-Mu.
Mudahkan bentangan asa kami.
UNTUK SEMUA SAHABATKU DIMANAPUN KALIAN BERADA.
*mon, ini cerita untukmu.
-tropicoland
Jumat, 19 November 2010
Sepanjang Boulevard dan Jalanan ke Belakang
Malam ini seperti malam biasanya.
Aku berjalan menyusuri jalanan menuju ke belakang, unit tercinta, unit tergila, loedroek kita bersama, haha.
Kabut turun sejak jam tujuh malam tadi..
Mendung malam ini memang tampak menggantung, meski hujan belum turun.
Ramai euy,
Sepanjang jalan aku setengah melamun, memandangi deretan lampu yang berpendar terselubung kabut tipis. Terang, namun temaram..
Bergantian beberapa orang tampak berlalu lalang, akupun sebenarnya setengah tergesa.
Langkah kakiku terayun cepat menapaki paving-paving yang entah sudah berapa ribu kali mungkin, aku lewati.
Begitu juga dengan orang orang di sini, berjalan tergesa sembari larut dalam obrolan yang entah membahas apa. Aku tidak sempat mendengar gumaman mereka..
Udara masih tetap dingin, meskipun diseluruh penjuru banyak lingkaran forum yang entah mengapa semakin banyak memadati area kampus pada jum'at malam.
Dulu, jum'at malam tidak seramai ini..
Dulu, sering hanya aku yang berjalan sendiri, melambatkan kaki..mengedarkan pandangan ke kanan dan kiri.
Ramai,
Apa saja yang mereka lakukan di sini?
saat aku melintasi sebuah labtek terlihat dua orang juniorku yang serius berlatih menari.
Persiapan Maen Gedhe, even besar yang digelar setahun dua kali ini memang sedanh menjadi perhatian mereka.
Sekilas aku teringat..dari satu bayangan, senakin menjelas..mengingatkanku pada semunya..hahaha
Dulu, aku juga seperti kalian,
memperjuangkan acara pertama kami sebagai bentuk pengabdian pertama bagi Loedroek. Yang begiku telah menjadi rumah kedua setelah kamar kosan dan gedung Fakultas..?(berarti nomor 3, ralat)
Jualan donat, jualan es buah, cari sponsor, milin kawat, bikin properti, njait baliho, ngecat backdrop, tender judul, dan segala sesuatu yang identik seperti itu.
Bukan jalan mulus yang kami dapat..justru karena itu..karena itulah kami jadi mengerti.
Tak jarang kami beradu mulut bahkan berakhir dengan rasa dongkol yang tak tertahankan. Tapi karena itulah..kami semakin mengerti..
Dari jalanan ini, dari mektan hingga menyusuri Boulevard kami memikul beramai ramai back drop yang baru selesai pas hari H, tepat saat adzan subuh menggema menyeru nama Sang Pencipta.
Hahaha..
Kami menyambut fajar bersama sama di teras aula barat. Berakhir dengan sebuah nasi kuning yang mengepul..
Kami melalui jalanan ini..sama terjalnya dengan yang kalian lalui,
Kami memaknai perjalanan ini sebagai jalanan yang penuh pembelajaran..akan sebuah kesalahan, kebenaran bahkan untuk sekedar pembelaan.
Kami pernah melalui jalanan ini..melintasi deretan lampu, mendongak penuh kebanggaan atas apa yang telah capai malam itu..pertunjukkan pertama kami.
Karena sulitnya jalanan yang ditempuh, maka hal itulah yang menjadikannya berharga.
Teruslah berusaha adek-adekku..kami yakin kalian bisa lebih baik dari kami.
Lewatilah jalanan itu dengan lebih bangga daripada kami,
Sepanjang Boulevard dan jalan kebelakang, menyibak kabut tipis yang akan segera menghilang.
Aku berjalan menyusuri jalanan menuju ke belakang, unit tercinta, unit tergila, loedroek kita bersama, haha.
Kabut turun sejak jam tujuh malam tadi..
Mendung malam ini memang tampak menggantung, meski hujan belum turun.
Ramai euy,
Sepanjang jalan aku setengah melamun, memandangi deretan lampu yang berpendar terselubung kabut tipis. Terang, namun temaram..
Bergantian beberapa orang tampak berlalu lalang, akupun sebenarnya setengah tergesa.
Langkah kakiku terayun cepat menapaki paving-paving yang entah sudah berapa ribu kali mungkin, aku lewati.
Begitu juga dengan orang orang di sini, berjalan tergesa sembari larut dalam obrolan yang entah membahas apa. Aku tidak sempat mendengar gumaman mereka..
Udara masih tetap dingin, meskipun diseluruh penjuru banyak lingkaran forum yang entah mengapa semakin banyak memadati area kampus pada jum'at malam.
Dulu, jum'at malam tidak seramai ini..
Dulu, sering hanya aku yang berjalan sendiri, melambatkan kaki..mengedarkan pandangan ke kanan dan kiri.
Ramai,
Apa saja yang mereka lakukan di sini?
saat aku melintasi sebuah labtek terlihat dua orang juniorku yang serius berlatih menari.
Persiapan Maen Gedhe, even besar yang digelar setahun dua kali ini memang sedanh menjadi perhatian mereka.
Sekilas aku teringat..dari satu bayangan, senakin menjelas..mengingatkanku pada semunya..hahaha
Dulu, aku juga seperti kalian,
memperjuangkan acara pertama kami sebagai bentuk pengabdian pertama bagi Loedroek. Yang begiku telah menjadi rumah kedua setelah kamar kosan dan gedung Fakultas..?(berarti nomor 3, ralat)
Jualan donat, jualan es buah, cari sponsor, milin kawat, bikin properti, njait baliho, ngecat backdrop, tender judul, dan segala sesuatu yang identik seperti itu.
Bukan jalan mulus yang kami dapat..justru karena itu..karena itulah kami jadi mengerti.
Tak jarang kami beradu mulut bahkan berakhir dengan rasa dongkol yang tak tertahankan. Tapi karena itulah..kami semakin mengerti..
Dari jalanan ini, dari mektan hingga menyusuri Boulevard kami memikul beramai ramai back drop yang baru selesai pas hari H, tepat saat adzan subuh menggema menyeru nama Sang Pencipta.
Hahaha..
Kami menyambut fajar bersama sama di teras aula barat. Berakhir dengan sebuah nasi kuning yang mengepul..
Kami melalui jalanan ini..sama terjalnya dengan yang kalian lalui,
Kami memaknai perjalanan ini sebagai jalanan yang penuh pembelajaran..akan sebuah kesalahan, kebenaran bahkan untuk sekedar pembelaan.
Kami pernah melalui jalanan ini..melintasi deretan lampu, mendongak penuh kebanggaan atas apa yang telah capai malam itu..pertunjukkan pertama kami.
Karena sulitnya jalanan yang ditempuh, maka hal itulah yang menjadikannya berharga.
Teruslah berusaha adek-adekku..kami yakin kalian bisa lebih baik dari kami.
Lewatilah jalanan itu dengan lebih bangga daripada kami,
Sepanjang Boulevard dan jalan kebelakang, menyibak kabut tipis yang akan segera menghilang.
The Chosen One_Maher Zein
Terimakasih untuk kak Erwan untuk Link-nya.
The Chosen One
Tanpa ada sedikitpun niat untuk berpropaganda^^
Lagu ini memberikan banyak sekali inspirasi.
Dunia yang dipenuhi umat Rasul, yang meneladani perilaku beliau..
Betapa indahnya dunia ketika manusianya saling membantu, ketika manusianya saling menjaga, ketika manusianya meneladani semua perilaku junjungannya.
Belakangan dunia semakin sesak. Kondisi sulit melahirkan manusia dengan hati keras yang tak sudi lagi mendengar nurani.
Perampokan, penganiayaan, pencurian, pembunuhan, telah menjadi irisan maya dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Ada, tetapi seperti tak ada...
Ketenangan, kedamaian..kini menjadi sebatas mimpi bagi kaum lemah.
Kita bukan hanya terjajah badan, tapi juga pikiran, bahkan keimanan.
Kita mengaku umat Rasul tapi berperilaku seperti setan.
Teriak kanan, teriak kiri..mengeluh, berkesah mengaku lelah..
Memang apa yang telah kita perbuat?
Apa yang telah Kita perbuat kawan?
Aku, belum melakukan apapun..bahkan untuk meneladani akhlaq Rasulpun belum..
Tapi bisa kubayangkan, jika aku mampu meneladani satu saja keindahan perilaku Rasul dalam mencintai saudaranya..dan kaupun mampu melkukannya pula..dua kebaikan akan muncul menghapus setituk kepenatan.
Dan bayangkan..jika sejuta umat Rasulullah melakukan SATU SAJA..perilaku santun Rasulullah...SATU SAJA...lalu dikalikan SATU JUTA...maka SATU JUTA kebaikan pula yang akan menghapuskan kelelahan di wajah-wajah saudara kita.
Mudah bukan? satu saja..cukup dengan satu saja..lalu kita ajak saudara kita untuk melakukan satu juga..
Niscaya kebahagiaan lah yang akan menghiasi hari hari kita..
Semoga berawal dari hal yang kecil, akan menjadikan suatu hal yang besar..
Untuk dunia, untuk Rasulullah dan untuk Allah..Sang Maha Memiliki segalanya.
Yang tak pernah memerlukan sedikitpun kebaikan kita, serta yang takkan pernah lemah karenanya
The Chosen One
Tanpa ada sedikitpun niat untuk berpropaganda^^
Lagu ini memberikan banyak sekali inspirasi.
Dunia yang dipenuhi umat Rasul, yang meneladani perilaku beliau..
Betapa indahnya dunia ketika manusianya saling membantu, ketika manusianya saling menjaga, ketika manusianya meneladani semua perilaku junjungannya.
Belakangan dunia semakin sesak. Kondisi sulit melahirkan manusia dengan hati keras yang tak sudi lagi mendengar nurani.
Perampokan, penganiayaan, pencurian, pembunuhan, telah menjadi irisan maya dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Ada, tetapi seperti tak ada...
Ketenangan, kedamaian..kini menjadi sebatas mimpi bagi kaum lemah.
Kita bukan hanya terjajah badan, tapi juga pikiran, bahkan keimanan.
Kita mengaku umat Rasul tapi berperilaku seperti setan.
Teriak kanan, teriak kiri..mengeluh, berkesah mengaku lelah..
Memang apa yang telah kita perbuat?
Apa yang telah Kita perbuat kawan?
Aku, belum melakukan apapun..bahkan untuk meneladani akhlaq Rasulpun belum..
Tapi bisa kubayangkan, jika aku mampu meneladani satu saja keindahan perilaku Rasul dalam mencintai saudaranya..dan kaupun mampu melkukannya pula..dua kebaikan akan muncul menghapus setituk kepenatan.
Dan bayangkan..jika sejuta umat Rasulullah melakukan SATU SAJA..perilaku santun Rasulullah...SATU SAJA...lalu dikalikan SATU JUTA...maka SATU JUTA kebaikan pula yang akan menghapuskan kelelahan di wajah-wajah saudara kita.
Mudah bukan? satu saja..cukup dengan satu saja..lalu kita ajak saudara kita untuk melakukan satu juga..
Niscaya kebahagiaan lah yang akan menghiasi hari hari kita..
Semoga berawal dari hal yang kecil, akan menjadikan suatu hal yang besar..
Untuk dunia, untuk Rasulullah dan untuk Allah..Sang Maha Memiliki segalanya.
Yang tak pernah memerlukan sedikitpun kebaikan kita, serta yang takkan pernah lemah karenanya
Kamis, 18 November 2010
Apa jadinya nanti?
Berawal lagi dari sebuah tulisan seorang teman.
1-2 tahun lagi kita akan lulus. Meninggalkan hari hari perkuliahan yang sebenarnya lebih banyak tidak dgunakan untuk kuliah.
Banyak orang bilang kampus adalah laboratorium percobaan untuk para calon masyarakat. Kita, yang belum benar-benar jadi 'orang' ini konon katanya harus dipersiapkan sebelum benar-benar terjun kemasyarakat.
Untuk apa?
Untuk menghadapi hidup tentunya.
Dari sebuah pembicaraan berat yang pernah saya lakukan dari seorang seniorr, saya mampu menyimpulkan bahwa 'dunia ini tidak baik-baik saja'
"Kamu sama sekali belum merasakan hidup", ujarnya
ya, mungkin memang sudah saatnya memikirkan masa depan, masa depan kita, masa depan negeri..
saya memiliki sebuah mimpi bersama teman-teman saya. Mimpi seorang anak SMA yang dipenuhi keinginan hura-hura.
Saya pingin punya pulau. Kami ingin punya pulau sendiri, terlepas dari komunitas.
Adakah yang menyadari bentuk keinginan ini adalah sebuah kejenuhan pada lingkungan?
kebosanan pada dunia yang terlalu riuh jauh dari kebahagiaan.Terkadang kami puas mentertawakan cita-cita ini. Sungguhkah..jika kami benar benar memiliki pulau itu apakah yang akan kami rasakan?
Rumah impian dengan jarak berdekatan, infrastruktur pendukung setiap profesi kami, sekolah, lab, rumah sakit, refleksi dari cita - cita masa depan kami. Kereta sebagai alat transportasi, hiburan..dan kesenangan yang tak terhentikan.
Sedikit banyak saya masih mengingat detilnya, digambarkan di atas sebuah kertas tissue yang sudah lecek.Dan berakhir dengan disita oleh guru geografi saya...
sungguh..kenangan yang manis.
Belakangan saya berpikir, mungkin bagi kita untuk mewujudkannya. Jika kita bisa membangun satu mimpi, maka kitapun akan membangun mimpi mimpin yang lain bukan?
Saya tambahkan ..yuk, kita susun bersama sebuah mimpi baru. Diman kita nantinya bisa membangun sekolah - sekolah gratis untuk anak- anak kita beserta tem,an-temannya. Kita buat jalanan yang lapang, dimana anak anak kita nantinya dapat bersepeda dengan gembira. Kita bikin yuk public area dimana orang dapat melepas rasa lelah dari dunia. Kita bangun rumah-rumah penampung kakek-nenek biar mereka gak di jalan lagi. Kita bangun yuk sekolah alam, rumah belajar, masjid- masjid untuk menuntut ilmu agama biar kita tidak terseat di dunia maupun di akherat kelak.
Cukup Adil bukan?
kita wujudkan impian kita dan juga impian mereka.
Kalau kita bergerak bersama, tentunya tidaka akan pernah terasa berat bukan?
Karena ini amal Jama'i. Karena ini tidak akan pernah mampu diwujudkan sendiri.
Untuk sahabatku, dan setiap mimpku dan mimpi kita bersama.
*Untuk semua..
-Untuk nana,Jangan lagi meributkan rumah burung di sepanjang jalur kereta, nanti kita bikin alternatif B.
- untuk rhea, rumah sakit itu dulu milikmu, apakah kau ingin menambahkan sebuah bengkel permesinan di petanya? masih bisa, dan karena dulu kita tidak pernah tau kau masuk mesin.=p
- Untuk Jojo, Laboratorium itu milikmu, karena dulu kau tampak terobsesi dengan sains. Tambahkan apapun untukmu, mungkin kau ingin membuat rumah belajar gambar anime =D
- Untuk Emon, Dan aku sama sekali tidak pernah menyangka kau mengambil jurusanmu yang sekarang. Butuhkah sebuah kantor bebas korupsi untuk 'mendinginkan'Indonesia?
- Untuk Immon, rumah kayumu akan menjadi hak milikmu. Toko bunga bisa mencerahkan hari2 kita bukan? dan untuk 'adik-adik' mu di sana =D
- Untuk Ocha, Etis, Muti, niken, entah terlupa atau kalian belum sempat mengutarakannya padaku..
_dan Aku hanya ingin membuat semua orang bahagia..
1-2 tahun lagi kita akan lulus. Meninggalkan hari hari perkuliahan yang sebenarnya lebih banyak tidak dgunakan untuk kuliah.
Banyak orang bilang kampus adalah laboratorium percobaan untuk para calon masyarakat. Kita, yang belum benar-benar jadi 'orang' ini konon katanya harus dipersiapkan sebelum benar-benar terjun kemasyarakat.
Untuk apa?
Untuk menghadapi hidup tentunya.
Dari sebuah pembicaraan berat yang pernah saya lakukan dari seorang seniorr, saya mampu menyimpulkan bahwa 'dunia ini tidak baik-baik saja'
"Kamu sama sekali belum merasakan hidup", ujarnya
ya, mungkin memang sudah saatnya memikirkan masa depan, masa depan kita, masa depan negeri..
saya memiliki sebuah mimpi bersama teman-teman saya. Mimpi seorang anak SMA yang dipenuhi keinginan hura-hura.
Saya pingin punya pulau. Kami ingin punya pulau sendiri, terlepas dari komunitas.
Adakah yang menyadari bentuk keinginan ini adalah sebuah kejenuhan pada lingkungan?
kebosanan pada dunia yang terlalu riuh jauh dari kebahagiaan.Terkadang kami puas mentertawakan cita-cita ini. Sungguhkah..jika kami benar benar memiliki pulau itu apakah yang akan kami rasakan?
Rumah impian dengan jarak berdekatan, infrastruktur pendukung setiap profesi kami, sekolah, lab, rumah sakit, refleksi dari cita - cita masa depan kami. Kereta sebagai alat transportasi, hiburan..dan kesenangan yang tak terhentikan.
Sedikit banyak saya masih mengingat detilnya, digambarkan di atas sebuah kertas tissue yang sudah lecek.Dan berakhir dengan disita oleh guru geografi saya...
sungguh..kenangan yang manis.
Belakangan saya berpikir, mungkin bagi kita untuk mewujudkannya. Jika kita bisa membangun satu mimpi, maka kitapun akan membangun mimpi mimpin yang lain bukan?
Saya tambahkan ..yuk, kita susun bersama sebuah mimpi baru. Diman kita nantinya bisa membangun sekolah - sekolah gratis untuk anak- anak kita beserta tem,an-temannya. Kita buat jalanan yang lapang, dimana anak anak kita nantinya dapat bersepeda dengan gembira. Kita bikin yuk public area dimana orang dapat melepas rasa lelah dari dunia. Kita bangun rumah-rumah penampung kakek-nenek biar mereka gak di jalan lagi. Kita bangun yuk sekolah alam, rumah belajar, masjid- masjid untuk menuntut ilmu agama biar kita tidak terseat di dunia maupun di akherat kelak.
Cukup Adil bukan?
kita wujudkan impian kita dan juga impian mereka.
Kalau kita bergerak bersama, tentunya tidaka akan pernah terasa berat bukan?
Karena ini amal Jama'i. Karena ini tidak akan pernah mampu diwujudkan sendiri.
Untuk sahabatku, dan setiap mimpku dan mimpi kita bersama.
*Untuk semua..
-Untuk nana,Jangan lagi meributkan rumah burung di sepanjang jalur kereta, nanti kita bikin alternatif B.
- untuk rhea, rumah sakit itu dulu milikmu, apakah kau ingin menambahkan sebuah bengkel permesinan di petanya? masih bisa, dan karena dulu kita tidak pernah tau kau masuk mesin.=p
- Untuk Jojo, Laboratorium itu milikmu, karena dulu kau tampak terobsesi dengan sains. Tambahkan apapun untukmu, mungkin kau ingin membuat rumah belajar gambar anime =D
- Untuk Emon, Dan aku sama sekali tidak pernah menyangka kau mengambil jurusanmu yang sekarang. Butuhkah sebuah kantor bebas korupsi untuk 'mendinginkan'Indonesia?
- Untuk Immon, rumah kayumu akan menjadi hak milikmu. Toko bunga bisa mencerahkan hari2 kita bukan? dan untuk 'adik-adik' mu di sana =D
- Untuk Ocha, Etis, Muti, niken, entah terlupa atau kalian belum sempat mengutarakannya padaku..
_dan Aku hanya ingin membuat semua orang bahagia..
Kembali Memulai
Bismillahirrohmanirrohiim..
kata yang selalu tepat untuk mengawali segala hal bukan?
(senyum)
"ketika kau ingin memulai sesuatu, percayalah itu belum terlambat".
terdengar seperti pembelaan, saya juga ingin tertawa membacanya.
Membaca sebuah tulisan seseorang di blog seseorang juga tentunya membuat saya kemabli berpikir, kembali mengoreksi, duan memutuskan untuk memulai.
Memulai apa? sebuah hal yang mungkin pernah ingin dimulai..kembali mulai menulis lagi. terimaksih teman, karenamu aku bercerita.
Cerita pertama,
Pernahkah Anda,kamu..mendengar sebuah kisah Rasulullah..yang kurang lebihnya seperti ini:
Suatu hari dimana ketika Beliau sedang duduk di tepi jalan, Beliau melihat seorang muslim yang dikejar kaum kafir. Beliau melihat orang tersebut melintas, lalu beliaupun lalu berdiri. Beberapa saat kemudian, lewatlah orang-orang kafir yang mengejar muslim tersebut. Bertanyalah orang2 tersebut pada Rasulullah
"Apakah Kau melihat seseorang yang berlari kesini?"
Rasulullah pun menjawab, "Tidak, selama aku berdiri di sini aku tidak melihat seorangpun melintas."
Jawaban yang cerdas bukan? Rasulullah tidak akan pernah berbohong.
Tapi..sejenak saya dengan dangkal mengartikan kisah tersebut untuk 'menolak secara halus' ajakan rapat seorang teman. haha, parah sekali saya.
Di tengah rintik hujan yang dengan malas membasahi Bandung, semalas diri saya untuk pergi ke kampus, saya hampir menggunakan trik ini . Dengan mengatakan 'handphone saya mati euy',sebagai sebuah alasan kuat bagi saya agar tidak harus ,e,baca jarkom yang sudah pasti akan nongol di layar hape saya.
saya sempat ragu, haruskah saya menyalakan handphone saya? percakapan dengan seorang teman membuat saya cukup merasa bersalah...
akhirnya saya memutuskan untuk meng-on-kan handphone yang memang secara tidak sengaja, entah mengapa tadi sesiangan dan sesorean mati begitu saja.
saat hp saya menyala......
~triiing..triiiing...~ benar saja ada sms
masuk,
buka- sms dari junior tentang ujian besok- fiuuhh..belum ada jarkom masuk batin saya.
~triiiing...triiing...~lagi, ada sms masuk.Buka..
-nama seorang teman, jarkom!- hhh..baca ..
ternyata isinya PEMBATALAN!rapat dibatalkan karena salah satu pihak berhalangan hadir.
sontak saya menarik nafas legaaa..
Rupanya Allah menyelamatkan saya dari upaya pembohongan yang sangat pengecut. Saya menyesal..Sebuah hikmah telah saya dapatkan, bahwa sebuah kisah teladan tidak diceritakan untuk sebuah pembenaran. Hati nurani kita tak akan pernah bisa menutup mata dari BENAR dan SALAH. Jika terasa berat, maka mungkin ada yang salah..luruskan niat, dan pikirkan kembali. Apakah sudah benar yang kita lakukan?
terimakasih Ya Allah, Engkau telah menjagaku dari hal yang tidak baik.
kata yang selalu tepat untuk mengawali segala hal bukan?
(senyum)
"ketika kau ingin memulai sesuatu, percayalah itu belum terlambat".
terdengar seperti pembelaan, saya juga ingin tertawa membacanya.
Membaca sebuah tulisan seseorang di blog seseorang juga tentunya membuat saya kemabli berpikir, kembali mengoreksi, duan memutuskan untuk memulai.
Memulai apa? sebuah hal yang mungkin pernah ingin dimulai..kembali mulai menulis lagi. terimaksih teman, karenamu aku bercerita.
Cerita pertama,
Pernahkah Anda,kamu..mendengar sebuah kisah Rasulullah..yang kurang lebihnya seperti ini:
Suatu hari dimana ketika Beliau sedang duduk di tepi jalan, Beliau melihat seorang muslim yang dikejar kaum kafir. Beliau melihat orang tersebut melintas, lalu beliaupun lalu berdiri. Beberapa saat kemudian, lewatlah orang-orang kafir yang mengejar muslim tersebut. Bertanyalah orang2 tersebut pada Rasulullah
"Apakah Kau melihat seseorang yang berlari kesini?"
Rasulullah pun menjawab, "Tidak, selama aku berdiri di sini aku tidak melihat seorangpun melintas."
Jawaban yang cerdas bukan? Rasulullah tidak akan pernah berbohong.
Tapi..sejenak saya dengan dangkal mengartikan kisah tersebut untuk 'menolak secara halus' ajakan rapat seorang teman. haha, parah sekali saya.
Di tengah rintik hujan yang dengan malas membasahi Bandung, semalas diri saya untuk pergi ke kampus, saya hampir menggunakan trik ini . Dengan mengatakan 'handphone saya mati euy',sebagai sebuah alasan kuat bagi saya agar tidak harus ,e,baca jarkom yang sudah pasti akan nongol di layar hape saya.
saya sempat ragu, haruskah saya menyalakan handphone saya? percakapan dengan seorang teman membuat saya cukup merasa bersalah...
akhirnya saya memutuskan untuk meng-on-kan handphone yang memang secara tidak sengaja, entah mengapa tadi sesiangan dan sesorean mati begitu saja.
saat hp saya menyala......
~triiing..triiiing...~ benar saja ada sms
masuk,
buka- sms dari junior tentang ujian besok- fiuuhh..belum ada jarkom masuk batin saya.
~triiiing...triiing...~lagi, ada sms masuk.Buka..
-nama seorang teman, jarkom!- hhh..baca ..
ternyata isinya PEMBATALAN!rapat dibatalkan karena salah satu pihak berhalangan hadir.
sontak saya menarik nafas legaaa..
Rupanya Allah menyelamatkan saya dari upaya pembohongan yang sangat pengecut. Saya menyesal..Sebuah hikmah telah saya dapatkan, bahwa sebuah kisah teladan tidak diceritakan untuk sebuah pembenaran. Hati nurani kita tak akan pernah bisa menutup mata dari BENAR dan SALAH. Jika terasa berat, maka mungkin ada yang salah..luruskan niat, dan pikirkan kembali. Apakah sudah benar yang kita lakukan?
terimakasih Ya Allah, Engkau telah menjagaku dari hal yang tidak baik.
Langganan:
Postingan (Atom)