Malam ini seperti malam biasanya.
Aku berjalan menyusuri jalanan menuju ke belakang, unit tercinta, unit tergila, loedroek kita bersama, haha.
Kabut turun sejak jam tujuh malam tadi..
Mendung malam ini memang tampak menggantung, meski hujan belum turun.
Ramai euy,
Sepanjang jalan aku setengah melamun, memandangi deretan lampu yang berpendar terselubung kabut tipis. Terang, namun temaram..
Bergantian beberapa orang tampak berlalu lalang, akupun sebenarnya setengah tergesa.
Langkah kakiku terayun cepat menapaki paving-paving yang entah sudah berapa ribu kali mungkin, aku lewati.
Begitu juga dengan orang orang di sini, berjalan tergesa sembari larut dalam obrolan yang entah membahas apa. Aku tidak sempat mendengar gumaman mereka..
Udara masih tetap dingin, meskipun diseluruh penjuru banyak lingkaran forum yang entah mengapa semakin banyak memadati area kampus pada jum'at malam.
Dulu, jum'at malam tidak seramai ini..
Dulu, sering hanya aku yang berjalan sendiri, melambatkan kaki..mengedarkan pandangan ke kanan dan kiri.
Ramai,
Apa saja yang mereka lakukan di sini?
saat aku melintasi sebuah labtek terlihat dua orang juniorku yang serius berlatih menari.
Persiapan Maen Gedhe, even besar yang digelar setahun dua kali ini memang sedanh menjadi perhatian mereka.
Sekilas aku teringat..dari satu bayangan, senakin menjelas..mengingatkanku pada semunya..hahaha
Dulu, aku juga seperti kalian,
memperjuangkan acara pertama kami sebagai bentuk pengabdian pertama bagi Loedroek. Yang begiku telah menjadi rumah kedua setelah kamar kosan dan gedung Fakultas..?(berarti nomor 3, ralat)
Jualan donat, jualan es buah, cari sponsor, milin kawat, bikin properti, njait baliho, ngecat backdrop, tender judul, dan segala sesuatu yang identik seperti itu.
Bukan jalan mulus yang kami dapat..justru karena itu..karena itulah kami jadi mengerti.
Tak jarang kami beradu mulut bahkan berakhir dengan rasa dongkol yang tak tertahankan. Tapi karena itulah..kami semakin mengerti..
Dari jalanan ini, dari mektan hingga menyusuri Boulevard kami memikul beramai ramai back drop yang baru selesai pas hari H, tepat saat adzan subuh menggema menyeru nama Sang Pencipta.
Hahaha..
Kami menyambut fajar bersama sama di teras aula barat. Berakhir dengan sebuah nasi kuning yang mengepul..
Kami melalui jalanan ini..sama terjalnya dengan yang kalian lalui,
Kami memaknai perjalanan ini sebagai jalanan yang penuh pembelajaran..akan sebuah kesalahan, kebenaran bahkan untuk sekedar pembelaan.
Kami pernah melalui jalanan ini..melintasi deretan lampu, mendongak penuh kebanggaan atas apa yang telah capai malam itu..pertunjukkan pertama kami.
Karena sulitnya jalanan yang ditempuh, maka hal itulah yang menjadikannya berharga.
Teruslah berusaha adek-adekku..kami yakin kalian bisa lebih baik dari kami.
Lewatilah jalanan itu dengan lebih bangga daripada kami,
Sepanjang Boulevard dan jalan kebelakang, menyibak kabut tipis yang akan segera menghilang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar