Siang tadi di kelas HKI, seperti biasa..pak Rizky lebih banyak bercerita disela sela penjelasannya mengenaisumber-sumber hukum. Banyak contoh yang beliau sebutkan, namun bukan masah HKI nya yang ingin saya tuliskan disini.
Pak Rizky bisa dibilang masih cukup muda, ia seorang pendidik dan juga seorang ayah.
Beliau bercerita bahwa banyak faktor yang mempengaruhi sebuah peraturan, dari sinilah beliau bercerita tentang putranya..yang cukup membuat saya menitikkan air mata. Mengingatkan saya pada Bapak di rumah, yang mungkin merasakan hal yang sama..
Putra pak Rizky berusia 6 tahun, sedang lucu-lucunya dan pernah kecanduan Barney. Yeaah Barney yang itu, tantangan yang konon sangat seru dan bahkan membuat putra Pak Rizky kecanduan. Demi melihat anaknya yang makin lama makin terbius oleh Barney, Pak Rizky mulai khawatir..Beliau berusaha mengalihkan perhatian putranya dengan berbagai hal lain. Hingga suatu hari, Beliau memutuskan untuk melarang putranya untuk melihat Barney.
Gak ada lagi DVD bareng 1 keping pun.
Gak ada lagi Barney..
Si adek pun marah, dan konon inilah yang terberat bagi Pak Rizky. Ketika anaknya mulai menagis dan merengek..
"Abah, adek mau nonton Barney"
"Nggak boleh" Kata pak Rizky
"Abah gak sayang lagi sama Adek.." sahut si adek dalam tangisnya..
Masih mempertahankan ketegasannya Pak Rizky tetap menolak.
"Itu sangat berat bagi saya, Saya sempat masuk ke kamar dan menagis. Bukannya apa-apa, saya sangat sedih sebenarnya bertindak demikian..Anak yang sangat saya sayangi berpikir saya jahat, meskipun itu untuk kebaikannya"
Fiuuh...saya terharu mendengarnya..
Bapak di rumah..apakah bapak pernah begitu juga?
Hingga menangis ketika mendengarku merajuk? mencoba menggugat laranganmu yang kau ucapkan demi kebaikanku..
Bapak..tahukah jika saya tidak ernah tahu perasaan bapak hingga kadang berpikir bapak begitu menyebalkan melarang saya melakukan ini itu..
Meskipun itu adalah tanggung jawabmu mendidikku..
Iya..sepertinya iya..
Aku ingat ketika itu..aku tengah kesal dengan teman-temanku di sekolah ketika saat aku pulang, Bapak malah dengan usilnya mengejutkanku di depan pintu hingga akupun sontak menagis..bapkpun dimarahi ibu..
maaf pak..saya sebenarnya bukan menangisi keusilan bapak..
Aku ingat ketika Bapak tidak sengaja membuat gambar yang kubuat susah payah sedikit kusut, tapi aku malah menangis keras-keras karena kesal..dan Bapak pun berulangkali meminta maaf kepadaku disertai beberapa tawaran sogokan agar aku mau bicara lagi kepadamu..Bapak sempat sedikit menangis..maafkan aku pak..
Terimakasih bapak, untuk setiap kekhawatiranmu terhadapku..aku tahu Bapak sangat menyayangiku.
Senin, 21 Februari 2011
Minggu, 20 Februari 2011
Dulu aku sangat menyukaimu..ahaha
"Selamat ultah y"
Hahahha..tiga kata itu setelah beberapa tahun ini..
Dulu aku sangat senang memakai celana super gombrong sebelum akhirnya memakai skinny jeans.
Dulu aku menyukai merah muda.
Dulu aku ikut ikutan sok tau dan sok suka CHE GUEVARA.
Dulu aku sangat terobsesi dengan linkin park.
Ahhahah..
namanya juga anak sma,
Aka tidak pernah sekalipun mengenalimu dengan baik.
Bahkan setelah bertahun tahun pun hanya sekali dua kali aku melihatmu.
Meskipun itu tetap menjadi sebuah cerita bagiku.
Seru sekali..
Melihatmu dari jauh, mendengar berita tentangmu.
ITU MENYENANGKAN..
hey..waktu membuatku banyak berubah, juga mungkin dirimu juga.
Aku tidak lagi merasa ada yang istimewa denganmu, kecuali sorakan kecil dari dalam hati ketika kau sedikit berbalik.
Hahaa..mungkin kau benar-benar tidak akan pernah tau.
dan akan lebih baik jika benar2 tidak pernah tahu..
Tapi terimakasih, sedikit banyak kau membuatku berada di sini sekarang.
Dengan kesadaran penuh, tetap menghargai dan mengagumimu kakak..
Stay still, with different feel
Hahahha..tiga kata itu setelah beberapa tahun ini..
Dulu aku sangat senang memakai celana super gombrong sebelum akhirnya memakai skinny jeans.
Dulu aku menyukai merah muda.
Dulu aku ikut ikutan sok tau dan sok suka CHE GUEVARA.
Dulu aku sangat terobsesi dengan linkin park.
Ahhahah..
namanya juga anak sma,
Aka tidak pernah sekalipun mengenalimu dengan baik.
Bahkan setelah bertahun tahun pun hanya sekali dua kali aku melihatmu.
Meskipun itu tetap menjadi sebuah cerita bagiku.
Seru sekali..
Melihatmu dari jauh, mendengar berita tentangmu.
ITU MENYENANGKAN..
hey..waktu membuatku banyak berubah, juga mungkin dirimu juga.
Aku tidak lagi merasa ada yang istimewa denganmu, kecuali sorakan kecil dari dalam hati ketika kau sedikit berbalik.
Hahaa..mungkin kau benar-benar tidak akan pernah tau.
dan akan lebih baik jika benar2 tidak pernah tahu..
Tapi terimakasih, sedikit banyak kau membuatku berada di sini sekarang.
Dengan kesadaran penuh, tetap menghargai dan mengagumimu kakak..
Stay still, with different feel
20 Februari 2011
*Ya Allah saya belum sholat Isya
Maafkan saya..
*menunggu sms dari bapak lengkap, some text missing..
Tadi ibuk sudah menelepon saya
"Selamat Ulang Tahun.."begitu kurang lebih katanya..Senang..=)
Banyak sms masuk berjejalan, hape saya yang entah produk tahun kapan ini sudah kewalahan menampung. Jadi susah masuk sms smas nya..tapi saya juga masih belum ingin menggantinya.
Ya Allah..sudah 21 tahun..
Alhamdulillah..Engaku masih memberiku kesempatan menjalaninya.
THE TURNING POINT
begitu kata seorang teman saya.
Triinggg...triinggg
*Sms bapak sudah lengkap!
"Assalammu'alaikum!
Fik, selamat ulang tahun ke 21. Semoga fika senantiasa diberi keselamatan,kesuksesan, kebahagiaan, rahmat, hidayah, dan pertolongan olehAlloh swt. Amin Ya Robbal Alamin"
Lengkap sudah..Amin Ya Alloh..apalagi yang lebih baik selain doa orang-orang tersayang..
Dengan segala cela dan kekurangan, Hamba memohon ampunan, berkah dan petunjuk..
Jadikan hamba seorang hambaMu yang mampu bersyukur. HambaMu yang mampu berbuat terbaik di dunia untuk akhirat..
Hari ini Ya Allah..
20 Februari 2011
Aku genap 21 tahun..Terimakasih.
Maafkan saya..
*menunggu sms dari bapak lengkap, some text missing..
Tadi ibuk sudah menelepon saya
"Selamat Ulang Tahun.."begitu kurang lebih katanya..Senang..=)
Banyak sms masuk berjejalan, hape saya yang entah produk tahun kapan ini sudah kewalahan menampung. Jadi susah masuk sms smas nya..tapi saya juga masih belum ingin menggantinya.
Ya Allah..sudah 21 tahun..
Alhamdulillah..Engaku masih memberiku kesempatan menjalaninya.
THE TURNING POINT
begitu kata seorang teman saya.
Triinggg...triinggg
*Sms bapak sudah lengkap!
"Assalammu'alaikum!
Fik, selamat ulang tahun ke 21. Semoga fika senantiasa diberi keselamatan,kesuksesan, kebahagiaan, rahmat, hidayah, dan pertolongan olehAlloh swt. Amin Ya Robbal Alamin"
Lengkap sudah..Amin Ya Alloh..apalagi yang lebih baik selain doa orang-orang tersayang..
Dengan segala cela dan kekurangan, Hamba memohon ampunan, berkah dan petunjuk..
Jadikan hamba seorang hambaMu yang mampu bersyukur. HambaMu yang mampu berbuat terbaik di dunia untuk akhirat..
Hari ini Ya Allah..
20 Februari 2011
Aku genap 21 tahun..Terimakasih.
Sabtu, 19 Februari 2011
Kamis, 17 Februari 2011
the Call-Regina spektor
It started out as a feeling
Which then grew into a hope
Which then turned into a quiet thought
Which then turned into a quiet word
And then that word grew louder and louder
'Til it was a battle cry
I'll come back
When you call me
No need to say goodbye
Just because everything's changing
Doesn't mean it's never been this way before
All you can do is try to know who your friends are
As you head off to the war
Pick a star on the dark horizon
And follow the light
You'll come back when it's over
No need to say goodbye
You'll come back when it's over
No need to say goodbye
Now we're back to the beginning
It's just a feeling and no one knows yet
But just because they can't feel it too
Doesn't mean that you have to forget
Let your memories grow stronger and stronger
'Til they're before your eyes
You'll come back
When they call you
No need to say goodbye
You'll come back
When they call you
No need to say goodbye
Which then grew into a hope
Which then turned into a quiet thought
Which then turned into a quiet word
And then that word grew louder and louder
'Til it was a battle cry
I'll come back
When you call me
No need to say goodbye
Just because everything's changing
Doesn't mean it's never been this way before
All you can do is try to know who your friends are
As you head off to the war
Pick a star on the dark horizon
And follow the light
You'll come back when it's over
No need to say goodbye
You'll come back when it's over
No need to say goodbye
Now we're back to the beginning
It's just a feeling and no one knows yet
But just because they can't feel it too
Doesn't mean that you have to forget
Let your memories grow stronger and stronger
'Til they're before your eyes
You'll come back
When they call you
No need to say goodbye
You'll come back
When they call you
No need to say goodbye
Lah..sebenarnya apa yang terjadi?
Menjadi seorang 'jurnalis' adalah salah satu tantangan yang saya pilih selama hampir satu setengah tahun ini.
Meskipun saya seringkali menghindari meliput sebuah berita besar dan malah hanya memilih resensi, hahaha.
Hanya saja saya terlalu takut untuk bersikap jujur.
Begitu berat jika saya menulis sesuatu yang sangat tidak ingin saya tulis. Ternyata begitu sulit ya, untuk mengungkapkan kebenaran diper;ukan keberanian yang besar.
Lagu lama
Saya merasa kehilangan jati diri ketika berusaha mengamankan diri. Sungguh ironis.. dikepal saya berputar putar begitu banyak pertanyaan yang mengantarkan pada jalan akhir yang egois dan memalukan.
Bermuka Dua.
Entah iya atau tidak saya merasa menghinakan diri saya sendiri..
Semoga Tuhan masih mau mengampuni saya.
Untuk setiap kata kata Ya Allah, dan ketakutan pada selain-Mu..
Ampuni hamba
Menjadi seorang 'jurnalis' adalah salah satu tantangan yang saya pilih selama hampir satu setengah tahun ini.
Meskipun saya seringkali menghindari meliput sebuah berita besar dan malah hanya memilih resensi, hahaha.
Hanya saja saya terlalu takut untuk bersikap jujur.
Begitu berat jika saya menulis sesuatu yang sangat tidak ingin saya tulis. Ternyata begitu sulit ya, untuk mengungkapkan kebenaran diper;ukan keberanian yang besar.
Lagu lama
Saya merasa kehilangan jati diri ketika berusaha mengamankan diri. Sungguh ironis.. dikepal saya berputar putar begitu banyak pertanyaan yang mengantarkan pada jalan akhir yang egois dan memalukan.
Bermuka Dua.
Entah iya atau tidak saya merasa menghinakan diri saya sendiri..
Semoga Tuhan masih mau mengampuni saya.
Untuk setiap kata kata Ya Allah, dan ketakutan pada selain-Mu..
Ampuni hamba
Rabu, 16 Februari 2011
Dengan gamblang dia bercerita, tentang hidup, luka, impian dan cita-cita. Lewat tulisan, bukan lisan, Ia mengembara.. menyusupi rentang waktu yang takkan dapat berbalik.
Aku menyusuri halaman demi halaman miliknya. Semua jejaring sosial memang, karena aku tidak akan punya keberanian untuk menanyakan atau menggeledah buku hariannya. haha..
Tapi Ia mampu membuatku seolah berada di sana, mendengarkan langsung tiap kutipan kta-kta yang Ia ucapkan. Mungkin, karena aku sudah cukup lama mengenalnya.
Dan aku memang tidak salah..
Mungkin dia terlihat lemah karena ia cukup sering menangis. Dia juga sangat sering sakit, dan aku sempat menduga dia mengidap sakit yang cukup serius. Namun, dia adalah gambaran kekuatan seorang gadis kecil yang beranjak dewasa. Dan aku terlambat baru menyadarinya sekarang. Dia mungkin tidak pernah tahu, dan akupun tidak bisa mengingatnya sejak kapan kami menjadi 'teman'. Mengingat kami tidak terlalu sering berinteraksi sebelumnya..
Aku menatap namanya yang terpampang di layar saat aku menulis catatan ini.
Sebuah nama yang kuulang saat pertama berkenalan..
Itu sudah hampir 9 tahun yang lalu
Dan aku masih tetap mengagumi sosoknya. Kecerdasanyya sama sekali tidak membuatnya sok pintar dan menggurui. Bahkan Dia mungkin tetap selugu kapas, berbicara apa adanya tanpa tedeng aling-aling. Tapi benar apa yang dia katakan..
Mungkin ucapannya sedikit melukai perasaan, tapi memang sakit yang Ia juga rasakan..
Saat itu, aku juga seorang anak ingusan yang entah harus berkata apa..
Saat dia memintaku menemaninya berhenti sebentar, ditemani segelas jus stroberi yang berakhir dengan uraian air mata.
Tuhan tau yang tebaik, kawan..
Mungkin itu yang harusnya kukatakan.
Ia sering menuliskan kekesalaanya di carik kertas di buku catatan.
Aku ingin sekali memahami perasaanya..
Ketika mimpinya tak lagi memiliki ruang..
Itu akan sangat menyedihkan bukan?
Sakit itu hanya dia yang merasakan..
Aku ini hanya pihak luar yang memandang jari jarak aman tanpa tahu dengan jelas duduk permasalahan sebenarnya.
Namun saat melihat senyumnya mengembang ..aku yakin semua akan baik-baik saja..
Ia masih tetap seperti dulu, terlalu rendah hati untuk dikagumi. Ia menolak untuk dikenali sebagai sosok yang istimewa. Ia memegang prinsip yang kadang justru membuatku berkerut kening. Seringkali aku juga tidak sepaham..tapi aku menyayanginya.
Dia seringkali berlari dari kesedihan, hingga terdampar mencariku di nomor yang memang sudah sekian lama tak berganti. Pernahkah dia tahu, dia hanya perlu bilang kalau membutuhkanku..maka aku akan datang..
Bercerita bersamanya adalah sebuah jalan yang membuat kami bertemu..
Aku menyusuri halaman demi halaman miliknya. Semua jejaring sosial memang, karena aku tidak akan punya keberanian untuk menanyakan atau menggeledah buku hariannya. haha..
Tapi Ia mampu membuatku seolah berada di sana, mendengarkan langsung tiap kutipan kta-kta yang Ia ucapkan. Mungkin, karena aku sudah cukup lama mengenalnya.
Dan aku memang tidak salah..
Mungkin dia terlihat lemah karena ia cukup sering menangis. Dia juga sangat sering sakit, dan aku sempat menduga dia mengidap sakit yang cukup serius. Namun, dia adalah gambaran kekuatan seorang gadis kecil yang beranjak dewasa. Dan aku terlambat baru menyadarinya sekarang. Dia mungkin tidak pernah tahu, dan akupun tidak bisa mengingatnya sejak kapan kami menjadi 'teman'. Mengingat kami tidak terlalu sering berinteraksi sebelumnya..
Aku menatap namanya yang terpampang di layar saat aku menulis catatan ini.
Sebuah nama yang kuulang saat pertama berkenalan..
Itu sudah hampir 9 tahun yang lalu
Dan aku masih tetap mengagumi sosoknya. Kecerdasanyya sama sekali tidak membuatnya sok pintar dan menggurui. Bahkan Dia mungkin tetap selugu kapas, berbicara apa adanya tanpa tedeng aling-aling. Tapi benar apa yang dia katakan..
Mungkin ucapannya sedikit melukai perasaan, tapi memang sakit yang Ia juga rasakan..
Saat itu, aku juga seorang anak ingusan yang entah harus berkata apa..
Saat dia memintaku menemaninya berhenti sebentar, ditemani segelas jus stroberi yang berakhir dengan uraian air mata.
Tuhan tau yang tebaik, kawan..
Mungkin itu yang harusnya kukatakan.
Ia sering menuliskan kekesalaanya di carik kertas di buku catatan.
Aku ingin sekali memahami perasaanya..
Ketika mimpinya tak lagi memiliki ruang..
Itu akan sangat menyedihkan bukan?
Sakit itu hanya dia yang merasakan..
Aku ini hanya pihak luar yang memandang jari jarak aman tanpa tahu dengan jelas duduk permasalahan sebenarnya.
Namun saat melihat senyumnya mengembang ..aku yakin semua akan baik-baik saja..
Ia masih tetap seperti dulu, terlalu rendah hati untuk dikagumi. Ia menolak untuk dikenali sebagai sosok yang istimewa. Ia memegang prinsip yang kadang justru membuatku berkerut kening. Seringkali aku juga tidak sepaham..tapi aku menyayanginya.
Dia seringkali berlari dari kesedihan, hingga terdampar mencariku di nomor yang memang sudah sekian lama tak berganti. Pernahkah dia tahu, dia hanya perlu bilang kalau membutuhkanku..maka aku akan datang..
Bercerita bersamanya adalah sebuah jalan yang membuat kami bertemu..
15 Februari hampir pukul 21.30
Ketika Ia menyodorkan setoples permen itu padaku.
Itu manis..
Dan aku tidak menerimanya dengan tanganku.
Itu..bodoh.
"Jangan lihat bentuk toplesnya, itu kebetulan saja!" Ia berseru kepadaku,
Aku hanya tertawa dan tidak berhenti mengatainya galau.
Aku memang tidak akan melihat toplesnya. Dan aku memang tidak peduli sebenarnya. Dan mungkin aku juga tidak akan mau tau.
Hey..sebenarnya apa yang kupikirkan?
Aku hanya bertanya tanya sedang apa sebenarnya kau sendirian di sini?
Benarkah kau berjam-jam di sini hanya untuk memberikan setoples permen ini kepadaku?
Entah apa yang kamu pikirkan?
Bagaimana jika aku memutuskan untuk tidak datang?
Banyak pertanyaan menggelayuti pikiranku.
Haruskah aku menganggapnya sebuah hutang?
Setoples permen dan 1.5 jam supergalau di taman cikapayang.
Entahlah..
Ketika kau berlari menyebrangi jalanan itu dengan tergesa, dan melihatmu menghilang di dalam angkot. Saat itu aku masih berpikir..apakah aku harus pergi sekarang? atau harus menunggu beberapa saat lagi?
Bagaimana denganmu? apa yang kau pikirkan?hahaha..pasti kau begitu kesal karena aku membiarkanmu sendirian menunggu .
Mungkin kali ini akulah yang harus meminta maaf..
Itu manis..
Dan aku tidak menerimanya dengan tanganku.
Itu..bodoh.
"Jangan lihat bentuk toplesnya, itu kebetulan saja!" Ia berseru kepadaku,
Aku hanya tertawa dan tidak berhenti mengatainya galau.
Aku memang tidak akan melihat toplesnya. Dan aku memang tidak peduli sebenarnya. Dan mungkin aku juga tidak akan mau tau.
Hey..sebenarnya apa yang kupikirkan?
Aku hanya bertanya tanya sedang apa sebenarnya kau sendirian di sini?
Benarkah kau berjam-jam di sini hanya untuk memberikan setoples permen ini kepadaku?
Entah apa yang kamu pikirkan?
Bagaimana jika aku memutuskan untuk tidak datang?
Banyak pertanyaan menggelayuti pikiranku.
Haruskah aku menganggapnya sebuah hutang?
Setoples permen dan 1.5 jam supergalau di taman cikapayang.
Entahlah..
Ketika kau berlari menyebrangi jalanan itu dengan tergesa, dan melihatmu menghilang di dalam angkot. Saat itu aku masih berpikir..apakah aku harus pergi sekarang? atau harus menunggu beberapa saat lagi?
Bagaimana denganmu? apa yang kau pikirkan?hahaha..pasti kau begitu kesal karena aku membiarkanmu sendirian menunggu .
Mungkin kali ini akulah yang harus meminta maaf..
Halaman Belakang Buku Catatan
Perlahan tapi pasti blog ini akan menggantikan lembaran halaman belakang buku catatan saya yang biasanya penuh coretan.
Cukup dengan membuka halaman buku catatan sma saya, saya dapat memutar kembali detail percakapan yang pernah terjadi. Setiap katanya tertulis rapi, meninggalkan bekas tersendiri. Bukan hanya di halaman belakang, tapi juga di hati.
Haha..terdengar sangat terjebak masa lalu.
Satu lembar halaman belakang di antara coretan rumus-rumus perhitungan yang entah sekarang masih saya pahami atau tidak. Diantara gambar-gambar gagal saya sewaktu mencoba berusaha belajar untuk masuk seni rupa, percakapan itu tertulis begitu saja.
Tintanya yang semakin mengabur meninggkalkan bekas ungu membayang.
Tentang sebuah pertanyaan..
Tentang percakapan..
dan tentang apa yang terjadi saat itu..
Entah mengapa dulu saya dan teman-teman saya cukup sering berkomunikasi melalui lembar belakang buku catatan.
Bisa jadi karena tarif sms belum semurah sekarang, dan pula itu akan cukup menimbulkan kecurigaan oleh guru saya.
Dan akhirnya, sarana komunikasi ini cukup memadai untuk dipilih.
Tentang perdebatan, kejengkelan, gurauan dan celaan khas sma.
barisan tulisan itu sama sekali tidak tercatat rapi. Lebih sesuai jika saya menyebutnya kacau balau seenak perut..hahah
Namun, ketika saya membukanya lagi hari itu..sesuatu terlintas dengan jelas. Setiap penggalan kejadiannya.. Hey, saya masih bisa merasakan tawa yang sangat tak tertahan hari itu. Kejengkelan yang pernah benar-benar membuncah, hingga kesedihan yang tersimpan dibalik kata-kata galau yang ditulis dengan ukuran kecil dan di halaman yang cukup tersembunyi.
Menemukannya lagi seakan sedang ber reuni dengan mereka semua. Di masa yang takkan pernah kembali dengan topik yang tidak akan seru lagi jika kembali dibahas.
Menuliskannya di sini lagi, membuat saya mengingat setiap hari-hari itu. Dimana kami saling berebut kursi, berebut pe-er dipagi hari, hingga setiap lajur kursi di sebelah kami.
Nostalgia, ataukah terjebak masa lalu?
terserah sih sebenarnya saya tidak cukup perduli.
Hanya saj mengingat detailnya seakan sebuah petualangan seru yang tidak pernah habis dibicarakan.
Cukup dengan membuka halaman buku catatan sma saya, saya dapat memutar kembali detail percakapan yang pernah terjadi. Setiap katanya tertulis rapi, meninggalkan bekas tersendiri. Bukan hanya di halaman belakang, tapi juga di hati.
Haha..terdengar sangat terjebak masa lalu.
Satu lembar halaman belakang di antara coretan rumus-rumus perhitungan yang entah sekarang masih saya pahami atau tidak. Diantara gambar-gambar gagal saya sewaktu mencoba berusaha belajar untuk masuk seni rupa, percakapan itu tertulis begitu saja.
Tintanya yang semakin mengabur meninggkalkan bekas ungu membayang.
Tentang sebuah pertanyaan..
Tentang percakapan..
dan tentang apa yang terjadi saat itu..
Entah mengapa dulu saya dan teman-teman saya cukup sering berkomunikasi melalui lembar belakang buku catatan.
Bisa jadi karena tarif sms belum semurah sekarang, dan pula itu akan cukup menimbulkan kecurigaan oleh guru saya.
Dan akhirnya, sarana komunikasi ini cukup memadai untuk dipilih.
Tentang perdebatan, kejengkelan, gurauan dan celaan khas sma.
barisan tulisan itu sama sekali tidak tercatat rapi. Lebih sesuai jika saya menyebutnya kacau balau seenak perut..hahah
Namun, ketika saya membukanya lagi hari itu..sesuatu terlintas dengan jelas. Setiap penggalan kejadiannya.. Hey, saya masih bisa merasakan tawa yang sangat tak tertahan hari itu. Kejengkelan yang pernah benar-benar membuncah, hingga kesedihan yang tersimpan dibalik kata-kata galau yang ditulis dengan ukuran kecil dan di halaman yang cukup tersembunyi.
Menemukannya lagi seakan sedang ber reuni dengan mereka semua. Di masa yang takkan pernah kembali dengan topik yang tidak akan seru lagi jika kembali dibahas.
Menuliskannya di sini lagi, membuat saya mengingat setiap hari-hari itu. Dimana kami saling berebut kursi, berebut pe-er dipagi hari, hingga setiap lajur kursi di sebelah kami.
Nostalgia, ataukah terjebak masa lalu?
terserah sih sebenarnya saya tidak cukup perduli.
Hanya saj mengingat detailnya seakan sebuah petualangan seru yang tidak pernah habis dibicarakan.
Rabu, 02 Februari 2011
Awww..what a nice dress!
Selasa, 01 Februari 2011
this is it
yeaaaahh..this is it!
liburan ini dipenuhi kejutan -kejutan yang lumayan tidak mengejutkan..hehehe
But, I'm really happy to see you all
apakah liburan kalian sudah berakhir? jika sudah..yak..mari kita nikmati kembali aktivitas kita.
atulah..sekedar ingin bersenang senang semoga tidak akan menyisakan penyesalan =)
liburan sudah berakhir lebih dari sepekan yang lalu.
Sangat menyenangkan dapat bertemu dengan kalian semua..
Awal bulan ini
Awal bulan ini dipenuhi dengan ...umm..sedikit kesibukan.
Bandung lumayan cerah dengan sedikit gerimis di sore hari.
Anggap saja itu gambaran kehidupan kita setahun ini..tetap cerah walaupun dengan sedikit gerimis :).
Sudah bulan kedua di tahun 2011. Banyak hal yang tidak direncanakan, tapi terlihat menyenangkan. Aku mengumpulkan banyak itikad baik di tahun ini..
SEMOGA BISA TERLAKSANA
AMIIIN
tahun ini mungkin akan menjadi titik balik..semoga saja.
Semoga saja semua akan menjadi jauh lebih baik.
Obsesi, cita-cita, harapan tentang masa depan..berdesakan minta diperhatikan.
Mungkin memang sudah saatnya berpikir serius tentang masa depan.
Bandung lumayan cerah dengan sedikit gerimis di sore hari.
Anggap saja itu gambaran kehidupan kita setahun ini..tetap cerah walaupun dengan sedikit gerimis :).
Sudah bulan kedua di tahun 2011. Banyak hal yang tidak direncanakan, tapi terlihat menyenangkan. Aku mengumpulkan banyak itikad baik di tahun ini..
SEMOGA BISA TERLAKSANA
AMIIIN
tahun ini mungkin akan menjadi titik balik..semoga saja.
Semoga saja semua akan menjadi jauh lebih baik.
Obsesi, cita-cita, harapan tentang masa depan..berdesakan minta diperhatikan.
Mungkin memang sudah saatnya berpikir serius tentang masa depan.
Langganan:
Postingan (Atom)

