Segalanya bertumpuk tumpuk dikepalaku. Menyesak-nyesak.
Mungkin ini hanya oengaruh hormon yang kebetulan sangat sedang tidak stabil.
Aku bukan orang yang dapat lama bertahan dengan suatu hal. Belakangan aku banyak berpikir, aku banyak melakukan hal yang belum pernah kulakukan sebelumnya.
Banyak berpikir positif, banyak berpikir negatif, bersikapa defensif, optimistik, berprasangka baik, meskipun hanya sekedar mengamankan perasaan. Hanya mengamankan hati.
Terkadang aku iri dengan orang-orang yang cukup berani berkata Ya dan Tidak sesuai kata hatinya. Menerima apa yang terjadi dengan lapang dada, memandang setiap kejadian adalah sebuah hikmah dan pasti memeberikan akhir bahagia.
Aku malah tidak berhenti berlari menghindari kenyataan. Beribu kata bijak dan nasehet bukannya membesarkan hatiku, malah membuatku semakin takut.
Efek sendirian, dan sedikit menjauh dari Tuhan. Bahkan imanku ikut mencapai titik yang lebih rendah di saat saat seperti ini. Aku terpikir banyak hal tentang dunia, dunia fana yang bahkan hanyalah suatu hal yang tidak berharga ini.
Aku merindukan orang-orang yang entah ada atau tidak.Mencoba mengambil jarak untuk pergi, namun tertahan tak bisa melangkah.Terkadanga aku lelah, tapi aku merindukan semuanya.
Tidak, tidak ada yang salah dalam hal ini, bukan salah siapa-siapa tentunya. Aku ingin sekali menyalahkan seseorang karena aku jelas jelas tidak boleh menyalahkan Tuhan atas semua yang terjadi. Mengapa? mengapa hidup itu seperti ini? apakah semua kehidupan seperti ini? aku sama sekali tidak mengelak bahwa ini pertanyaan yang hanya dilontarkan seorang jahiliah yang tidak mau bersyukur atas segala nikmat yang diperoleh. Tapi , ampuni aku Tuhaaan...
MENGAPAAAAA???????
aku ingin sekali menangis saat ini. Ditengah alunan-entah lagu apa- yang diputar di ruangan kerjaku. Aku merasa kehilangan semua orang.
Inilah yang selalu kurasakan, terlalu mencintai semua orang. Jadilah hanya aku yang merasa membutuhkan. Tidak dengan mereka. Pergi, datang sesuka hati. Aku merasa dipermainkan.
Aku sedang menahan air mataku agar tidak jatuh. menghela nafas panjang. Aku tidak ingin mengerti dunia. Itulah salahku.Tapi biarlah..biarlah kali ini saja aku memintanya Tuhan..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar